Opini

Mengenal Asas-Asas dalam Hukum Perjanjian

Ditulis oleh JSP Law Firm

  1. Asas Kebebasan Berkontrak (Freedom of Contract)

    Tercantum pada Pasal 1338 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer):
    “semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya”

    Merupakan asas yang memberikan kebebasan kepada para pihak untuk:
    – Membuat / tidak membuat perjanjian
    – Mengadakan perjanjian dengan siapapun
    – Menentukan isi perjanjian
    – Menentukan bentuk perjanjian
  1. Asas Konsensualisme (Concensualism)

    Disimpulkan dari tercantumnya kata “sepakat” dari Pasal 1320 ayat (1) KUHPer yang artinya adalah suatu perjanjian dinyatakan mengikat ketika dinyatakan sepakat oleh kedua belah pihak
  1. Asas Kepastian Hukum (Pacta Sunt Servanda)

    Secara konkret tercantum pada Pasal 1338 ayat (1) KUHPer yang memuat ketentuan imperatif bahwa para pihak wajib tunduk terhadap perjanjian yang disepakatinya.
  1. Asas Kepribadian (Personality)

    Merupakan asas yang menentukan bahwa seseorang hanya dapat membuat perjanjian demi kepentingannya sendiri sebagaimana tercantum pada Pasal 1315 dan 1340 KUHPer, yakni:

    Pasal 1315
    “Pada Umumnya seseorang tidak dapat mengadakan perikatan atau perjanjian selain untuk dirinya sendiri”

    Pasal 1340
    “perjanjian hanya berlaku antara para pihak yang membuatnya”
  1. Asas Itikad Baik (Good Faith)

    Merupakan implementasi dari Pasal 1338 ayat (3), yakni:

    “Perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik”

    Yang berarti bahwa para pihak dalam melaksanakan substansi perjanjian, haruslah berdasarkan sikap jujur, percaya, dan memiliki keyakinan penuh tanpa ada intrik maupun tipu muslihat di dalamnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *