HukumOpini

Empat Pilar Penegak Hukum

Ibarat kita masuk di sebuah rumah, dan tentunya akan menemukan “empat pilar yang menjadi penyangga utama” supaya rumah tersebut kokoh.

Hal demikian bisa dipahami bahwa rumah bisa tegak jika keempat pilarnya tetap kokoh berdiri dan saling menopang antara yang satu dengan yang lainnya. Dan begitu juga sebaliknya akan menjadi “roboh” bila salah satu atau bahkan keempat pilarnya rusak atau rapuh.

Dalam sistem penegakan hukum di Indonesia juga terdapat empat pilar dan keempatnya sama-sama penting. Apabila salah satu penegak hukum ternodai akibat dari tindakan dari salah satu oknum aparat penegak hukum, maka dipastikan hukum tak akan bisa berjalan dengan baik, dan menghilangkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum tersebut.

Hakim

Pada hakikatnya tugas pokok Hakim adalah menerima, memeriksa, mengadili, memutuskan dan menyelesaikan setiap perkara yang diajukan kepadanya.

Jaksa

Jaksa adalah pejabat fungsional yang diberi wewenang oleh undang-undang untuk bertindak sebagai penuntut umum dan pelaksana putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap serta wewenang lain berdasarkan undang-undang.

Polisi

Polisi bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dan menjadi penyidik perkara kriminal.

Advokat

Advokat bebas mengeluarkan pendapat atau pernyataan dalam membela perkara yang menjadi tanggung jawabnya di dalam sidang pengadilan dengan tetap berpegang pada kode etik profesi dan peraturan perundang-undangan.

Empat pilar penegak hukum ini punya perannya masing-masing, yang secara sederhana kami rangkum menjadi:

  1. Hakim – Mengadili dan memutus;
  2. Jaksa – Penuntut;
  3. Polisi – Penyidik;
  4. Advokat – Pembela.

Ctt: ketidaktahuan seseorang akan hukum tidak dapat membebaskan/memanfaatkannya dari tuntutan hukum (ignorantia jurist non excusat).

(JSP LAW FIRM // www.jsp-lawfirm.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *