Hukum

Bolehkah TKA jadi Anggota Serikat Pekerja?

Serikat pekerja/Serikat buruh adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela, serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.

Bahkan UUD 1945 pun telah menjamin perlindungan Hak Asasi Manusia (“HAM”) warga negara Indonesia. Salah satu HAM yang dijamin oleh UUD 1945 adalah kebebasan berkumpul dan berserikat yang diatur dalam Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 yang berbunyi:

Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

Adapun UU Ketenagakerjaan sendiri merupakan salah satu kaidah heteronom yang memberikan perlindungan terhadap pekerja/buruh, termasuk pula tenaga kerja asing (“TKA”) sepanjang ia bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain, Selain itu, hak untuk berserikat dan berkumpul juga dijamin dalam Pasal 24 ayat (1) UU HAM, yang selengkapnya mengatur:

Setiap orang berhak untuk berkumpul, berpendapat, dan berserikat untuk maksud-maksud damai.

Dengan demikian, bahwa TKA yang juga berkedudukan sebagai pekerja/buruh berhak untuk menjadi anggota dari serikat pekerja/serikat buruh. Sebab, Pasal 104 UU Ketenagakerjaan jo. Pasal 5 ayat (1) UU 21/2000 mengatur hal demikian :

Setiap pekerja/buruh berhak membentuk dan menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh.

JSP Law Firm – www.jsp-lawfirm.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *