Hukum

Perbedaan Notaris dan Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT)

NOTARIS

  1. Diangkat oleh Menteri Kehakiman.
  2. Karena jabatannya dapat mendaftarkan sebagai peserta ujian PPAT.
  3. Berwenang membuat akta autentik.
  4. Untuk dapat diangkat menjadi notaris, harus bergelar CN. Yakni lulus Fakultas Hukum Jurusan Notariat.
  5. Pendidikan Notaris.
  6. Wilayah kerjanya, notaris yang ditunjuk sebagai PPAT, lebih dari satu kecamatan.
  7. Diangkat sebagai Notaris untuk waktu sampai dengan umur 67 tahun (menurut Undang-Undang, 65 tahun, tetapi pada umumnya diperpanjang 2 tahun lagi).

PPAT

  1. Diangkat oleh Menteri Dalam Negeri.
  2. Jika hendak ikut ujian Notaris bukan karena dia PPAT.
  3. Berwenang membuat akta peralihan hak atas tanah saja.
  4. Yang dapat ditunjuk sebagai PPAT ialah lulus PPAT, kecuali PPAT sementara, yaitu camat, karena jabatannya saja.
  5. Pendidikan untuk khusus PPAT tidak ada.
  6. Wilayah kerjanya sama, kecuali PPAT sementara hanya satu kecamatan.
  7. Ditunjuk untuk waktu yang tidak terbatas.

JSP Law Firm – www.jsp-lawfirm.com

fb-share-icon
Tweet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *