Hukum

Sidang Terbuka Tertutup Untuk Umum

Pada saat majelis hakim hendak membuka sidang, harus menyatakan “sidang terbuka untuk umum”. Setiap orang boleh hadir mengikuti setiap tahapan persidangan.

(Pasal 153 ayat (3) UU No.8/1981 tentang Hukum Acara Pidana pasal 13 UU No.48/2009 tentang kekuasaan kehakiman).

Sidang tertutup untuk umum bila:

  • Menyangkut ketertiban umum atau keselamatan negara
  • Pemeriksaan gugatan perceraian
  • Perkara yang menyangkut kesusilaan, rahasia militer dan/atau rahasia negara
  • Hakim memeriksa perkara anak dalam sidang yang dinyatakan tertutup untuk umum, kecuali pembacaan putusan.

Baik sidang terbuka maupun tertutup, semua putusan pengadilan hanya sah dan mempunyai kekuatan hukum apabila diucapkan di sidang terbua untuk umum. (Pasal 195 KUHP)

JSP Law Firm – www.jsp-lawfirm.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *